Cleaning Service jadi Juragan Berkat Jual Mainan Online

2 Sep 2015

Siapa yang tahu, saat kita berada di level paling bawah, keesokan harinya mungkin kita akan berada di level paling atas. Saat berada di bawah, sebenarnya kekuatan seseorang diuji.

Hal inilah yang telah dialami Fahrudin (28), yang sudah bekerja sebagai cleaning service selama kurang lebih lima tahun akhirnya banting setir menjadi seorang wirausahawan atau tepatnya penjual mainan online.

“Saya bekerja lebih dari 12 jam per hari, pulang selalu larut malam, tetapi penghasilan pas-pasan,” ungkap pria dengan latar pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) ini melalui keterangan resminya, Rabu (2/8/2015).

“Setelah saya menikah dan dikaruniai satu anak, kebutuhan sehari-hari semakin meningkat, harga-harga barang kebutuhan pun semakin mahal, lalu bagaimana, saya hanya lulusan SMA. Sulit bagi saya untuk mencari pekerjaan lain,” tambah Fahrudin.

Namun di sisi lain ternyata ia memiliki kemauan besar untuk membawa kehidupan yang lebih baik bagi keluarga kecilnya.

“Kalau tidak mendapat pekerjaan lain yang lebih menjanjikan karena latar pendidikan saya yang tidak tinggi, mengapa tidak berwirausaha saja untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Pokoknya saya tidak ingin keluarga saya kekurangan,” ujarnya.

Fahrudin mengatakan bahwa satu-satunya bisnis yang mungkin ia lakukan adalah bisnis online. “Selain waktunya fleksibel, modal yang dibutuhkan juga tidak seberapa,” terangnya.

Fahrudin kemudian mengambil inisiatif untuk mempelajarinya melalui berbagai sumber. “Biasanya, saya selalu numpang baca di toko buku untuk belajar. Dari situlah pertama kali saya mengenal istilah marketplace, kemudian saya terus pelajari dan praktikkan,” papar Fahrudin.

Pada tahun 2012, Fahrudin yang masih menjalani profesinya sebagai cleaning service akhirnya memutuskan untuk mulai berjualan mainan secara online sebagai pekerjaan sampingannya.

“Saya pilih berjualan mainan karena harganya relatif murah dan tidak perlu modal besar. Selain itu, saya juga sempat browsing di marketplace tempat saya jualan dan belum ada orang yang fokus menjual mainan. Di situlah saya tahu kalau saya bisa menciptakan peluang dari mainan,” terang bapak dari satu anak ini.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :

Cara Olahraga Yang Baik Dan Benar

Menguak `Kode Rahasia` di Android, Untuk Apa?

http://sojournedinstyle.blogspot.com/2015/09/quiz-tebak-tebakan-fungsi-aplikasi.html
http://sojournedinstyle.blogspot.com/2015/09/mantan-bos-apple-music-hijrah-ke-luis.html
http://popcensus.nso.go.th/board/data/1936.html
http://idshares.com/forums/topic/bahas-ott-pemerintah-dan-atsi-bentuk-tim-khusus/
http://malemjumat.blogolink.com/billet/4-langkah-mudah-menggunakan-snapcart-30206.html
http://berlombakontesseo.blogspot.com/2015/09/jelang-rilis-penampakan-trio-xperia-z5.html
https://tengaribolong.wordpress.com/2015/09/02/pelanggan-smartfren-bisa-nikmati-volte-akhir-tahun/


TAGS


-

Author

Follow Me